Panen Kelapa Sawit ? 5 Hal Wajin Yang Perlu Diperhatikan Dalam Proses Panen Kelapa Sawit (harvesting)


gambar proses panen

Panen atau harvesting merupakan kegiatan pengambilan buah kelapa sawit yang telah matang atau yang telah memenuhi kriteria untuk dipanen dari pohonnya. Dalam proses pemanenan brondolan yang gugur pada saat pemotongan buah harus di kumpulkan, dan dimasukkan kedalam karung untuk di bawak ke tempat pengumpulan buah. Dalam proses panen buah kelapa sawit tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena pemanenan yang baik akan mendapatkan TBS dengan standar kematangan buah yang memiliki kwalitas dan kwantitas yang baik. Buah kelapa sawit yang memiliki kwalitas dan kwantitas yang baik akan menghasilkan minyak yang banyak dan baik. Pemanenan buah kelapa sawit yang kurang matang akan menghasilkan minyak yang lebih sedikit, sedangkan apabila pemanenna dilakkukan terlalu lama atau buah terlalu masak atau busuk, maka minyak yang dihasilkan akan mengandung asam lemak bebas (FFA) yang tinggi.

Pemanenan kelapa sawit pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3 tahun, pada umur tanaman menginjak 3 tahun panen pertama dapat dilakukan dan hal ini disebut dengan scout harvesting. Dalam proses pemanenan kelapa sawit ada beberapa hal yang haarus dipersiapan dan diketahui agar buah yang dipanen sesuai dengan standar dan menghasilkan kwalitas dan kwantitas minyak yang dihasilkan akan baik.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Proses Panen


1.  Mengetahui Kriteria Buah Yang Siap Dipanen

Mengetahui kriteria kelapa sawit yang sudah siap dipanen sangat lah perlu karena dengan mengetahui hal itu maka kita dapat menentukan apakan buah yang sudah ada bisa utuk dipanen. Untuk mengetahui apakah buah sudah layak dipanen dapat dilihat dari warna buah yang sudah merah ke kuning-kuningan, dan terdapat brondolan yang telah gugur dari tandan. Jumlah biji yang gugur harus 10 biji sehingga tandan kelapa sawit dapat di panen. 

Selain itu kriteria layak panen, juga bisa dilihat dari tampilan buah kelapa sawit. Buah yang telah mengalami perubahan pada warna, kulit kelapa sawit yang berubah menjadi merah ke jingga-jinggaan menandakan bahawa buah telah dapat di panen. Karena warna kelapa sawit yang denikian telah di anggap sebagai buah yang telah memiliki kandungan minyak yang banyak.

Untuk hasil panen kelapa sawit pada panen pertama dimana umur tanaman masih berumur 3 tahun maka hasil yang didapat hanya 0,6 ton per hektarnya. Hasil panen akan meningkat seiring bertambahnya umur tanaman kelapa sawit. Untuk kenaikan hasil panen pada umur tanaman 4 tahun maka naik 0,2 ton dari hasil panen pertama. Untuk kelapa sawit yang telah berumur 5 tahun hasil panen normal 1,2 ton per hektar dan petani kelapa sawit akan mendapatkan hasil yang terus meningkat seiring umur tanaman bertambah.

2. Mengetahui Cara Pemanenan Yang Baik Dan Benar

Untuk pemanennan kelapa sawit ada 2 cara panen yang biasanya dilakukan tergantung tinggi pohon kelapa sawit dan umur kelapa sawit. Untuk umur kelapa sawit yang dibawaah 7 tahun, cara panen yang dilakukan biasanya menggunakan dodos, dengan lebar mata dodos 5 - 7 inchi, yang di padukan dengan tongkat kayu atau pipa besi tergantung umur tanama kelapa sawit.  Untuk kelapa sawit yang memiliki umur diatas 7 tahun, dapat menggunakan egrek.

selain alat panen yang telah di sebutkan diatas ada beberapa alat yang juga sangat penting disiapkan sebelum melakukan panen seperti parang, kapak, keranjang buah atau gerobak dorong yang digunakan untuk mengevakuasi buah dari lahan ke  TPH.

3. Menetapkan System Panen

Sistem panen ini bertujuan agar semua proses panen yang kita lakukan sesuai dengan standar yang di perlukan. Pada umumnya sistem panen ada dua system, yaitu sistem ancak tetap dan sistem ancak giring.

a. Ancak Tetap 

Pada sistem ancak tetap pemanen diberikan ancak dengan luas tertentu dan tidak berpindah-pindah. Dengan sistem ancak tetap ini diharapkan buah yang dipanen merupakan buah yang tingkat kematanganya optimal dan layak panen, selain itu keuntungan lain dengan sistem ancak tetap ini kita lebih gampang dalam melakukan pengawasan terhadap pemanen dan hasil buah yang dipenen. Tetapi ancak tetap juga memiliki kelemahan seperti lambatnya buah keluar ke TPH, karena rata-rata pemanen dengaan ancak sistem tetap akan menghabiskan buahnya terlebih dahulu, baru setelah buah habis dipanen baru mereka akan mengeluarkan buah ke TPH, hal ini membuat buah lama terangkut ke pabrik.

b. Ancak Giring

Yang dimaksud dengan ancak giring adalah ancak panen yang diberikan telah ditentukan oleh mandor, atau pengawas lapangan, sesuai dengan kecepatan panen dan jumlah karyawan yang ada. Pada sistem ancak giring ada yang dimaksud dengan ancak giring tetap, dimana karyawan yang panen di blok pertama mendapat ancak A maka bila masuk panen di blok kedua maka karyawan juga mendapatkan ancak A di blok kedua. Sistem ancak giring sangat baik di terapkan di lokasi yang tanaman kelapa sawitnya masih muda dan jumlah karyawan yang banyak pada setiap mandor panen. Tetapi ancak giring ini memiliki kelemahan, dimana sangat sulit untuk melakukan pengawasan kualitas buah, dan kualitas panen, dan tanggung jawab pemanen terhadap kawasan panen kurang. Selain itu produktifitas panen juga sangat rendah karena membutuhkan waktu saat pindah ancak. 

4. Menentukan Rotasi Panen

Agar kualitas buah yang dipanen serta hasil penen karyawan terjaga maka harus di tetapkan rotasi panen. Rotasi panen dalam artian adalah waktu yang di butuhkan agar bisa penen di ancak atau blok yang telah di panen sebelumnya.
Pada perkebunan sawit pada umumnya menggunakan rotasi panen 7 - 10 hari, artinya suatu kawasan atau blok harus dimasuki karyawan panen setiap 7 - 10 hari sesuai peraturan perusahaan.  Dengan di terapkannya sistem rotasi diharapkan buah yang terpanen tidak terlalu matang dan tidak mentah, sehinggga hasil yang di peroleh sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.


5. Membuat Tempat Pengumpulan Buah (TPH)

Pembuatan TPH bertujuan sebagai tempat pengumpulan hasil panen atau kelapa sawit. Untuk pembuatan TPH dibuat dalam setiap 3 pasar pikul atau jalur panen, TPH di buat di jalan koleksi dengan ukuran panjang 4 meter dan lebar 2 meter. Fungsi lain dari tempat pengumpulan hasil atau pengumpulan buah agar mempermudah dalam pengecekan buah mentah, dan buah masak, dapat mempermudah penghitungan jumlah buah serta mempermudah dalam pengutipan brondolan. 

0 Response to "Panen Kelapa Sawit ? 5 Hal Wajin Yang Perlu Diperhatikan Dalam Proses Panen Kelapa Sawit (harvesting)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel