Langkah Langkah Dalam Pembibitan Kelapa Sawit 2018



LANGKAH- LANGKAH PADA PROSES PEMBIBITAN (NURSERY)


PEMBIBITAN KELAPA SAWIT


dalam proses pembibitan yang akan kita bahas kali ini adalah proses pembibitan tahap ganda, yaitu pre nursery dan main nersery. sebelum kita membahas tentang itu ada beberapa hal yag harus diperhatikan dalam mempersiapkan pembibitan yaitu :


  1. lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan harus dirancang sedemikian rupa, agar memudahkan dalam pengawasan, akses, pemindahan bibit, penyiraman, pengamanan, dan menghindari serangan hama.
  2. untuk pengamanan atau pengawasan perlu dilakukan dengan memasang pagar pada areal bibitan dan dilakukan patroli setiap jam pada malam hari.
  3. areal pembibitan harus mempunyai drainase yang baik agar dapat mencegah timbulnya banjir.
  4. areal yang akan dijadikan pembibitan harus dekat dengan sumber air yang bersih yang jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit.
  5. untuk lokasi pembibitan harus berada pada posisi yang strategis, dan harus dekat dengan tempat penanaman
  6. lokasi pembibitan harus dekat dengan sumber tanah lapisan atas atau tanah lempung berpasir yang cocok untuk pengisian polybag.
  7. lokasi yang akan dijadikan sebagai lokasi pembibitan bukan areal bekas ditumbuhi lalang, pakis dan tapioca, karea kondisi tanahnya sudah sangat kering.dan tandus.
tanah yang akan digunakan untuk pengisian polybag tidak booleh menggunakan tanah sembarangan karena akan mengganggu pertumbuhan benih, tanah yang digunakan harus memiliki tingkat kesuburan yang baik. beberapa ketentuan tanah yang baik digunakan untuk pengisian polybag anttara lain:tanah yang digunakan haruslah tanah bagian atas dengan mutu terbaik (sandy loam soil) tanah dengan struktur dan drainase yang buruk, dapat mengganggu pertumbuhan akar dan meghalangi penetrasi air dan pupuk. tanah bagian atas biasanya kaya dengan unsur hara dan mempunyai struktur serta pemeabilitas yang baik sifat tersebut sangatlah penting untuk perkembangan bibit  sewaktu berada diareal pembibitan maupun berada di lapangan. untuk tanah lapisan atas yang dipilih hendaknya mempunyai kriteria atau sifat sebagai berikut:
  • tanah yang digunakan adalah tanah yang digali pada kedalaman tidak lebih dari 30 cm dari permukaan tanah.
  • memiliki kapasitas menahan air yang baik agar tidak mudah tercuci air hujan.
  • memiliki tekstur sedang tidak keras dan tidak terlalu lembut.
  • konsistensi mudah lepas
  • memiliki struktur yang stabil.
  • tanah yang digunakan harus dari areal yang tidak terkena oleh herbisida paling sedikit selama 3 bulan sehingga tanah tidak mengandung racun herbisida yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
jika tanah yang tersedia mempunyai tekstur berat, dan struktur yang buruk, maka tanah tersebut harus dicampur dengan pasir sungai sebanyak 40%, pencampuran ini dilakukan sebelum tanah di masukkan kedalam polybag, hal ini bertujuan agar drainase dan pertumbuhan akar dapat tumbuh dengan baik. dan tanah yang tidak bisa digunakan sebagai tanah untuk mengisi polybag adalah jenis tanah yang memiliki kandungan asam sulfat, pasir, dan gambuut karena tidak baik buat pertumbuhan akar benih.


1. PRE NURSERY

A. persiapan pre nursery ( pembibitan awal )

pembibitan awal merupakan penanaman kecambah di polybag ukuran keci, pre nursery ini bertujuan agar pertumbuhan kecamba dapat tumbuh dengan baik dan mudah di kontrol terutama dalam penyiramannya. beberapa tahapan dalam pembibitan awal pre nursery antara lain :

  • pembibitan awal dilakukan selama 10 - 12 minggu dimana bibit telah memiliki 4 helai daun
  • ukuran polybag yang digunakan memiliki ukuran 15 x 23 cm, 
  • polybag yang digunakan harus memiliki lobang disekeliling polybag, maksimal lobang yang dimiliki 18 lubang keliling.
  • tanah yang di gunakan merupakan tanah lapisan atas yang belum diganggu dan mengandung lempung berpasir, dan areal yang akan digunakan sebagai areal pembibitan harus bebas dari semprotan herbisidan dan ganoderma.
  • tanah yang telah di ambil perlu dicampurkan dengan pupuk RP ( ROCK PHOSPHATE) sebanyak 50 gr RP untuk setiap polybag tanah.
  • polybag perludiisi dengan tanah paling tidak 1 minggu sebelum kecambah ditanam, dan dilakukan penyiraman, jikka tanah mengalami penyusutan maka lakukan penambahan tanah sampai berjarak 2.5 cm dari bibir polybag
  • jika terdapat tanah kompos maka kompos dapat dijadikan campuran tanah 1:1 dan dicampurkan pupuk RP 10 gr pada masing-masing polybag.
  • jika benih ada yang memiliki tunas ganda maka pisahkan dari benih yang bertunas tunggal, pemisahan dilakukan setelah benih memiliki umur 55-60 hari, setelah dipisahkan tanam kembali dipolybag dan taruh di tempat ternaungi paling tidak 50%.
  • setelah plybag telah selesai di isi dengan jumlah benih yang akan di tanam makan polybek disusun di bedengan dengan memiliki ukuran lebar 102 cm dan panjang 1020 cm, bedengan ini harus mampu menampung 1000 polybag.
gambar bedengan prenursery



b. penanaman (sowing)

  • benih atau kecamba yang telah diterima harus segera ditanam paling lama 3 hari setelah benih diterima ) dan perlakukan benih dengan hati-hati agar tidak mengalami kerusakan 
  • penanaman kecamba harus dengan plumula mengarah keatas dan radikula mengarah ke bawah dengan kedalama 2.5 cm, pastikan penanaman dilakukan dengan benar dan tidak salah posisi penanaman, dan jangan menanam benih terlalu dalam.
gambar plunula dan radikula

c. perawatan pre nursery


perawatan pada proses pembibitan awal (pre nursery) meliputi beberapa tahapan yaitu :

1. pemupukan awal

  • untuk pemupukan awal sebaiknya menggunakan pupuk daun seperti bayfolan dan dekamon dan pemupukan sebaiknya dilakukan pagi hari dan bersamaan dengan fungisida yang sesuai.
  • untuk jenis pupuk  padat seperti NPK blue dan NPK yellow diaplikasikan menggunakan sendok sesuai dengan kebutuhan.
2. pemberian air atau penyiraman
  • untuk penyiraman bibit digunakan air bersih yang memiliki mutu yang baik, untuk pemberian air dilakukan 2x sehari dengan waktu pengairan 30-45 menit sesuai dengan kebutuhan bibit, untuk pemberian air dapat dilakukan dengan sistem pengairan seperti sumisansui.
  • lakukan perawatan terhadap sumisansui 2x seminggu seperti pencucian sumisansui agar tidak ada yang tersumbat karena lumpur, apabila sumisansui mengalami masalah makan penyiraman pun tidak akan merata.
  • untuk kebutuhan air minimum perhari setara dengan volum hujan setinggi 8mm, dan pada saat memasuki musim kemarau, maka bibit memerlukan lebih banyak air, selama proses penyiraman diusahakan agar akar bibit tidak sampai keluar dari tanah, agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.
  • jika pemberian pestisida bersamaan dengan penyiraman, maka penyiraman akan dilakukan terlebih dahulu baru dilakukan penyemprotan pestisida, agar pestisida yang sudah di semprotkan tidak tercuci saat penyiraman.
  • pastikan agar air tidak menggenang di atas permukaan polibeg, agar akar bibit tidak mengalami pembusukan.
  • untuk memastikan pemberian air merata dan sesuai dengan kebuutuhan maka di sekeling areal bedengan di berikan waterget denga jarak 510 cm setiap waterget.
3. penyiangan atau pembersihan gulma di bibitan

tujuan penyingan dilakukan agar bibit bersih dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit, jika penyiangan tidak dilakukan maka akan terjadi persaingan perebutan unsur hara tanah antara tanaman bibit dengan gulma, penyiangan dilakukkan 1x sebulan sesuai dengan kondisi benih, saat melakukan pembersihan benih diareal polibag diusahakan agar tidak menyebabkan akar ikut timbul ke permukaan, sehingga penyiangan ini di lakukan dengan hati-hati.

4. culling 

proses culling ini bertujuan untuk memisahkan bibit yang memiliki pertumbuhan yang baik dan bibit dengan pertumbuhan yang kurang baik, culling dilakukan saat tanaman bibit memiliki umur 1,5 bulan. tanaman yang sudah dikaling langsung dimusnakan dengan cara di potong sampai pangkkal akar dan yang telah dipotong di letakkan diatas polibag dan dibiarkan membusuk dan terdekomposisi dengan tanah. untuk 

2. pembibitan utama

pembibitan utama

a. persiapan pembibitan utama (nursery)

pembibitan utama atau nursery merupakan penanaman bibit ke polybag yang lebih besar,  penanaman ini biasanya hanya pemindahan bibit dari polybag kecil ke polybag yang lebih besar dengan ukuran 38 x 45 cm agar bibit dapat tumbuh dan telah siap untuk ditanam di lahan. ada beberapa tahapan dalam pembibitan utama yaitu :
  • pada pembibitan utama bibit di rawat sampai berumur 18 bulan, setelah pemindahan bibit dari pre nersery ke nursery
  • polybag yang di gunakan pada pembibitan utama yang normal adalah  polybag dengan ukuran lebih besar yaitu 38 x 45 cm, dengan ukuran lubang 0.12 mm. sedangkan untuk bibit yang tidak normal ditanam pada polybag dengan ukuran 50 x 60 cm
  • jumlah lobang maksimal adalah 40 lobang keliling
  • untuk campuran tanah yang di gunakan pada pembibitan utama dicampurkan pupuk RP(ROCKPOSPAT) sebanyak 100 gr per polybag. harus dicampurkan dengan rata.
  • masukkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk RP kedalam polybag sampai menyisahkan  sekitar 2,5 cm dari bibir polybag.
  • susun polybag dengan jarak 90 cm antar polybag, dan masing-masing memiliki 4 baris
  • sidiakan jalan untuk insfeksi setiap 4 baris agar lebih mudah dalam pengecekkan bibit.
  • sebelum bibit di tanam di polybeg ukuran besar terlebih dahulu di masukkan pupuk RP sebanyak 50 gr, kemudian tutup dengan tahan, bibit yang telah di pindahkan dari pre nersery ke nersery harus di siram dengan segera.

b. perawatan pembibitan utama

perawatan yang dilakukan di pembibitan utama meliputi penyiraman bibit, pemupukan, penyiangan serta culling.

1. penyiraman :

penyiraman pada pembibitan utama harus dilakukan paling sedikit 2x sehari dengan lama penyiraman 20-30 menit, penyiraman dapat dilakukan menggunakan sistem sumisansui atau springkel, penyiraman harus merata dan sesuai dengan kebutuhan bibit, jika penyiraman tidak merata maka lakukan pengecekan pada sumisansui atau springkel serta lakukan perawatan pada sistem irigasi.

2. penyiangan (pembersihal gulma di polybag)

penyiangan bertujuan agar pembibitan bebas dari gulma, penyiangan pada areal polybag  dilakukan secara manual dengan cara mencabut gulma yang ada di dalam polybag agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit, untuk gulma yang tumbuh di areal antar barisan dapat dilakukan dengan penyemprotan menggunakan larutan herbisida kontak seperti basta dengan campuran 100ml basta dengan 15 liter air.penyemprotan gulma dilakukan pada pagi hari sebelum jam 11 siang agar herbisida tidak terbawa angin dan mengenai bibit.

3. pemupukan

pemupukan pada pembibitan utama di beriakn secara merata dengan jarak 5-7 cm dari pangkal batang. pemupukan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengenai daun baik secara langsung maupun secara tidak langsung, karena apa bila bibit terkena pupuk maka daun mudanya akan menjadi kering, dan untuk bibit yang memiliki tunas ganda sebaiknya di berikan pupuk tambahan NPK yellow sebanyak 20 gr, dan pemberian pupuk ini dilakukan setelah minggu ketiga dan minggu kelima

4. culling

cullig adalah pemusnahan tanaman bibit yang memiliki kelainan pertumbuhan seperti pertumbuhan bibit yang kerdil.


3. penanaman

proses pemindahan bibit dari pembibitan utama ke penanaman di lahan yaitu :
  • bibit yang akan ditanam dilahan adalah bibit dengan umur lebih dari 18 bulan
  • bibit  yang akan dipindahkan harus dipersiapkan 2 minggu sebelum ditanam kelahan
  • putus kontak antara akkar dan tanah, hal ini dilakukan 2 minggu sebelum bibit di angkat.
  • pelepah harus di potong dan di ikat 30 - 40 cm diatas polybag, pekerjaan ini dilakukan 1 hari sebelum penanaman.
  • 1 bulan sebelum di pindahkan bibit harus di pupuk terlebih dahulu
  • siram bibit secara merata sebelum bibit di kirim ke lapangan
  • hindari penumpukan bibit saat pengangkutan ke lahan karena dapat membuat bibit stres dan rusak.
  • catat dan hitung jumlah bibit yang dipindahkan kelahan harus sesuai dengan jumlah bibit yang ditanam.















































0 Response to " Langkah Langkah Dalam Pembibitan Kelapa Sawit 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel