6 Tahapan Dalam Proses Pembukaan Lahan 2018

Tahapan Pembukaan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit




pembukaan lahan 


Tahapan pembukaan lahan  atau sering disebut dengan land clearing merupakan suatu pekerjaan pembukaan lahan, baik secara mekanis menggunakan alat berat, berupa exavator dan dulldozer. dalam proses pembukaan lahan pperlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menghambat pekerjaan pembukaan lahan antara lain :

a. Faktor Cuaca


Factor cuaca sering menjadi penghalang pekerjaan pembukaan lahan, seperti cuaca hujan. Jika volume hujan yang tinggi akan mempersulit alat dalam bekerja dan dapat membahayakan pekerjaan sehingga penggunaan alat kurang maksimal.

b. Ketersediaan Tenaga Kerja


Ketersediaan tenaga kerja sangat mempengaruhi waktu pekerjaan dimana jika jumlah karyawan yang di butuhkan sesuai dengan kebutuhan yang teah ditentukan, maka pengerjaan dapat dikejar sehingga cepat terselesaikan, sedangkan jika kebutuhan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan atau lebih sedikit dari kebutuhan yang telah di hitung, maka pekerjaan akan lama terselesaikan.

c. Ketersedian Biaya Atau Modal


Pembukaan suatu kebun tidak terlepas dari modal atau dana yang tidak sedikit, hal ini tergantung dari luasan lahan yang akan di buka. jika semakkin luas lokasi yang akan di buka maka dana yang di butuhkan akan semakin besar. dana dipergunakan untuk penyewaan alat berat, pembelian alat pendukung pekerjaan pembukaan lahan dan untuk upah pekerja yang dipekerjakan untuk pembukaan lahan (land clearing ).

Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pekerjaan pembukaan lahan, perlu kita ketahui tahapan-tahapan pekerjaan pembukaan lahan. terus apa sajakah tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam proses pembukaan lahan :

1. Melakukan Survei Kecocokan Lahan

  • sebelum pekerjaan pembukaan lahan dilakukan, perlu dilakukan terlebih dahulu pekerjaan survei kecocokan lahan dengan ukuran 500 m x 500 m,  menggunakan bor tanah agar mendapatkan sampel tanah dengan kedalaman 0-45 cm dan 45-90 cm untuk menentukan jenis tanah.
  • survei tanah dilakukan dengan rinci/detai perlu dilakukan sebelum pembukaan lahan.
  • menentukan batas-batas dari areal yang akan di buka menjadi areal perkebunan.
  • untuk areal yang memiliki kecuraman lebih dari 21,8 derajat tidak perlu dibuka.
  • semua jalur dan badan sungai yang terjadi secara alami akan dijadikan sebagai kawasn lindung yang perlu dijaga kelestariannya sebagai areal pinggir sungai (riparian).
  • areal yang akan di buka hendaknya dibagi menjadi 2 blok yang berbeda dengan luasan masing-masing blok 50 ha untuk areal datar dan 25-40 ha untuk kawasan berbukit.

2. Survei Blok Penanaman

untuk pekerjaan survei blok dilakukan menggunakan alat berupa GPS, untuk lamanya pekerjaan survei blok ini harus selesai paling lama 1 bulan sebelum pembukaan lahan dilakukan. pada saat melakukan pekerjaa survei lahan maka perlu diperhatikan kondisi vegetasi, permukaan lahan, dan tanah yang ada pada setiap blok, untuk areal blok yang memiliki kemiringan dan mempunyai lapisan tanah tipis, berpasir dan berbatu pekerjaan pembukaan lahan harus di tunda.

3. Pembabatan

dalam pekerjaan pembabatan yang di babat adalah semua pohon muda, pokok kayu, tanamana merambat dan semak belukar yang mempunyai diameter kurang dari 5 cm. pembabatan dilakukan dengan serapat mungkin denga tanah, dan tinggi tunggu tidak boleh lebih dari 15 cm, untuk areal kawasan yang dilindungi seperti di areal tepi sungai (riparian) tidak boleh dilakukan pekerjaan membabat,atau pun pekerjaan yang dapat mencemari areal tepi sungai.

4. Menebang / Menumbang

untuk pekerjaan  pekerjaan penumbangan biasanya digunakan alet berat berupa exavator maupun bolldozer, karena dalam pekerjaan ini diameter pohon yang akan di tumbang memiliki diameter  > 30cm. selain menggunakan alat berat pekerjaan ini juga dapat dilakukan dengan cara manual tetapi waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. ada beberapa ketentuan yang perlu di perhatikan dalam proses penumbangan, karena setiap diameter pohon yang akan di tumbang memiliki ketentuan tunggul sisa penumbangan seperti yang tertera di tabel berikut :
Diameter pohon
Tinggi tunggul maksimal
Ø  10 – 15 cm
15 cm
16 – 30 cm
25 cm
31 – 75 cm
50 cm
75 -  150 cm
100 cm
Ø  150 cm
Rapat dengan tanah


5. perumpukan

pekerjaan perumpukan bertujuan untuk membersihkan jalur tanam serta menumpukan kayu yang telah selesai di tumbang. tujuannya agar kayu yang melintang dapat dikumpulkan di rumpukan atau gawangan mati. proses perumpukan ini dilakukan oleh exsavator atau bulldozer. untuk areal dengan kondisi rata lebar rumpukan atau gawangan mati maksimal 4 meter dengan tinggi rumpukan 2 meter
rumpukan harus benar-benar lurus dan tidak menghalangi jalur tanam, dengan arah membujur dari utara ke selatan, dengan jarak antar rumpukan maksimal 32 meter. untuk panjang dari setiap rumpukan tik lebih dari 300 meter, dan setiap 50 meter rumpukan akan di potong untuk dijadikan jalan insfeksi atau jalan untuk pengecekan rumpukan dan lahan. dan untuk areal berbukit yang telah di buat terasan, perumpukan kayu atau pohon yang telah di tumbang di kumpulkan di bibir terasan agar tidak menghalangai jalur terasan yang telah di buat, serta berfungsi untuk menghalangi erosi yang terjadi di bibir teras.


6. pembuatan jalan


untuk proses pembuatan jalan, dilakukan setelah semua pekerjan penumbangan dan perumpukan selesai dikerjakan.  dalam pembuatan jalan ini ada beberapa jenis jalan yang sangat penting bagi perkebunan kelapa sawit yaitu :

a. jalan utama (main road)

jalan main drain menjadi akses utama yang akan dilalui kendara operasional perkebunan baik untuk mobilisasi kebun maupun sebagai jalur yang dilewati oleh kendarana untuk mengantarkan kelapa sawit kepabrik untuk diolah. untuk lebar jalan utama (main drain) adalah 10 meter yang dibuat dari arah utara keselatan, setiap 1 km. Untuk jalan utama ini harus dilakukan pengerasan agar bisa dilalui dengan baik oleh kendaraan pengangkut kelapa sawit yang bobotnya cukup berat.

b. jalan koleksi (kolektion road)


jalan koleksi memiliki peranan yang sangan banyak mulai dari digunakan sebagai pembatas antar blok jalan koleksi juga berfungsi sebagai tempat pengumpulan buah sementara,  tidak hanya disitu penggunaan jalan koleksi ini juga digunakan sebagai jalur evakuasi hasil panen dan jalur untuk pelangsiran pupuk, racun maupun karyawan yang bekerja di kebun kelapa sawit. 
jalan koleksi mememiliki lebar 6 meter yang dibuat dari arah timur-barat setiap 250 meter dan harus di lakukan pengerasan.

untuk daerah berbukit pembuatan jalan utama ( main drain) dan jalan koleksi (kolection drain) harus sesui kondisi lahan, tidak diperbolehkan membuat jalan tegak lurus searah bukit karena nantinya jalan tersebut akan sangat terjal dan tidak dapat dilalui, oleh karena itu jalan di areal berbukit harus mengikuti kontur bukit.

7. pembuatan parit

  • pembuatan parit drainase tergantung pada sifat tanah dan kondisi lahan
  • untuk pembuatan parit menggunakan eksavator harus dilakukan pemancangan dengan benar serta arahnya dari utara keselatan.
  • untuk areal datar parit (collection darin) dibuat hanya pada satu sisi blok.
  • jarak antar parit koleksi adalah 250 m.
  • pembuatan parit menggunakan v-ditcher bucket atau tilt bucket yang memiliki sudut 25 derajat untuk didnding saluran, dan di beri dam yang berfungsi sebagai pengatur tinggi permukaan air.
  • parit drainase digali pada bagian dengan barisan sawit dan dibuat sejajar dengan jalan panen.

5. pembuatan lubang tanam

proses pembuatan lobang tanam dapat di lakukan menggunakan tenaga manusia atau pun menggunakan alat berupa bor yang digerakkan oleh tractor. pembuatan lobang tanam yang merupakan  tempat atau titik dimana bibit akan ditanam, untuk pembutan lobang tanam di daerah berbukit dengan jenis tanah topsoil makan ukuran lobang tanam adalah 60 x 60 cm. sebelum tanaman di masukkan pada lobang tanam terlebih dahulu ditaburkan pupuk RP (rockpospat) sebanyak 500 g kedalam lobang tanam. sedangkan untuk areal gambut pembuatan lobang tanam dibuat lebih besar dari lobang tanam di areal yang tdak bergambut, dengan uukuran lobang tanam 1 x 1 meter. setelah lobang tanam selesa dibuat terlebih dahulu masukkan tanah jenis topsoil sebanyak 50 kg kedalam lobang tanam, yang bertujuan agar ajar dapat dengan cepat tumbuh dan kuat mencengkram tanah yang menyebabkan bibit tidak mudah rubuh.

6. penanaman tanaman kacangan 


penanaman tanaman penutup tanah ini sangat lah penting, karena dapat mencegah erosi permukaan tanah, pencucian unsur hara, memperkaya kandungan organik yang mampu memperkaya unsur N pada tanah, dalam pemilihan tanaman penutup tanah harus memperhatikan beberapa hal berikut karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kelapa sawit antara lain :
a. tanaman tersebut bukan merupakan tanaman yang dapat bersaing dengan tanaman induk. 

b. memiliki sifat pertumbuhan yag cepat

c. dapat memberikan bahan organik serta serta mampu mengurangi erosi permukaan tanah dengan          baik, serta mampu menekan pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman        induk.



ada beberapa jenis tanaman penutup tanah jenis kacangan yang biasanya di gunakan diperkebunan kelapa sawi yaitu :

  1. colopogonium caeruleum ( CC )
  2. colopogonium mucunoides ( CM )
  3. centrosema pubescens ( CP )
  4. psophocarpus palustris ( PP )
  5. mucuna cochinchinensis ( MC )
  6. poeraria javanica ( PJ )
  7. mucuna bracteata ( MB )
beberapa jenis tanaman kacang ini lah yang biasanya dipergunakan oleh perkebunan kelapa sawit di indonesia.

0 Response to "6 Tahapan Dalam Proses Pembukaan Lahan 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel