8 hal yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan pembukaan kebun kelapa sawit 2018


persiapan pembukaan perkebunan kelapa sawit


Perkebunan kelapa sawit

Hal-hal apa saja yang perlu di persiapkan dalam pembukaan perkebunan kelapa sawit ? perkebunan kelapa sawit pada saat ini perkembanganya sangat lah pesat, kini kelapa sawit sudah menjadi komuditi utama di indonesia. banyak perusahaan berlomba-lomba dalam pembukaan perkebunan kelapa sawit, 
sebelum melakukan pembukaan suatu kebun kelapa sawit, perlu diperhatikan hala- hal berikut :


1. Menentukan Areal Konsensi Baru atau lokasi perkebunan

Dalam menentukan lokasi atau areal konsensi baru yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit, sangatlah penting. dimana hal ini  bertujuan untuk mempermudah perusahaan mengetahui apakah lahan tersebut berbukit, gambut, serta untuk mengetahui apakah lahan tersebutmasuk dalam kawasan konservasi. 


2. melakukan survei tanah dan lahan

tujuan dari kegiatan survei lahan dan tanah adalah untuk mengetahui apakah kondisi lahan serta tanah baik untuk pertumbuhan kelapa sawit. jenis tanah yang baik buat tanaman adalah jenis tanah latosol yang biasanya berwarna merah coklat dan kuning. jenis tanah ini dikatakan baik buat pertumbuhan tanaman kelapa sawit karena memiliki drainase tanah yang baik. dan untuk jenis tanah yang tidak baik buat tanamankelapa sawit kerana memiliki drainase tanah yang buruk adalah :

1. tanah berbatu
2. tanah pasir
3. tanah gambut yang memiliki kedalaman lebih dari 2 meter

untuk lahan berbukit  dianjurkan memiliki kemiringan 0 - 30 derajat ( untuk daerah indonesia ). untuk lokasi gambut atau rawa memiliki ketebalan atau kedalaman 0 - 3 meter jika gambut memiliki tebal >3 meter maka lahan gambut tersebut lebih sesuai untuk lokasi konservasi.

3. mengurus perijinan lokasi atau lahan 

setelah dilakukan survei lahan dan tanah didapatkan bahwa lokasi tersebut layak untuk di jadikan perkebunan kelapa sawit maka tahap selanjutnya adalah mengurus ijin lokasi. ada 2 jenis ijin yang ada di indonesi yaitu :

1. IUP-B (ijin usaha perkebunan untuk budidaya ) untuk lokasi perkebunan dengan luas 25 hektar atau lebih sesuai yang ditentukan oleh mentri dan tidak memiliki unit pengolahan hasil perkebunan seperti pabrik CPO.

2. IUP-P ( ijin usaha pengolahan hasil perkebunan ) ijin ini berlaku untuk perkebunan kelapa sawit yang memiliki pabrik CPO dengan kapasitas pengolahan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

4. merencanakan lokasi penunjang perkebunan

penentuan lokasi penunjang bertujuan agar kita dapat merencanakan tata letak pebangunan kebun kelapa sawit yang mencakup hal berikut :

a. menetukan unit kebun dan sarana penunjang apa saja yang akan di butuhkan kebun sesuai luas lokasi konsensi baru yang akan di kelola oleh perusahaan.

b. penyusunan AMDAL , UKL/UPL termasuk mengidentifikasi adanya high conservasi.

c. untuk menentukan kebutuhan biaya untuk proyek pembangunan yang bertujuan untuk peningkatan perkebunan.

5. merencanakan lokasi perkantoran, dan tempat tinggal karyawan

penentuan lokasi kantor dan tempat tinggal proyek harus stategis dan nyaman serta memiliki akses yang mudah baik itu untuk pengantaran bahan baku pembangunan kantor dan perumahan. serta dekat dengan lokasi proyek sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mobilisasi pekerja proyek lebih singkat.

6. menentukan lokasi pembibitan kelapa sawit


penentuan lokasi pembibitan harus  meperhatikan beberapa hal yaitu:

1. lahan yang luas serta datar dengan kemiringan 0-3 derajat

2.  dekat dengan sumber air. untuk lokasi ini perlu diperhatikan bahwa lokasi pembibitan yang dekat  dengan sumber air harus jauh dari banjir. karena dapat mengganggu pertumbuhan bibit kelapa sabit bilah tergenang air.

3. lokasi harus mudah untuk dikunjungi sehingga mempermudah kita dalam pengawasan pertumbuhan bibit kelapa sawit.

4. lokasi pembibitan harus dekat dengan lokasi yang akan ditanami agar menghemat biyaya untuk pelangsiran bibit, dan mepersingkat waktu untuk pelangsiran bibit kelokasi yang akan ditanami

5. lokasi pembibitan harus terhindar dari pepohonan yang besar dan tinggi yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit kelapa sawit.

7. pembuatan jalan untuk akses masuk

perencanaan ini juga menjadi hal yang sangat penting karena  menentukan loksai jalan yang akan di gunakan sebagai akses jalan masuk harus lah memiliki kontur tanah yang keras tidak memiliki tanjakan yang terjal, sehingga mempermudah akses masuk ke lokasi proyek.

8. merencanakan lokasi pabrik CPO


penentuan lokasi pabrik ini dilakukan dengan sangatt hati-hati karena menyangkut banyak faktor, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :

1. memiliki areal yang datar serta luas

2. lokasi harus dekat dengan sumber air, berupa sungai, maupun laut untuk mempermudah akses pengangkutan bahan ataupun pengiriman CPO.

3. memiliki akses yang mudah dijangkau 

4. harus jauh dari pemukiman masyarakat karena tingkat polusi yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit cukup tinggi, baik itu polusi suara, polusi udara dan lainnya.

0 Response to "8 hal yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan pembukaan kebun kelapa sawit 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel