7 Pekerjaan Yang Wajib Dilakukan Di Perkebunan Kelapa Sawit 2018


Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang sangat penting di Indonesia, karena Indonesia adalah negara produsen minyak kelapa sawit utama di dunia, 48% minyak kelapa sawit dunia diproduksi oleh Indonesia. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terdiri dari perkebunan negara, perkebunan besar swasta dan juga perkebunan rakyat.


Kelapa sawit merupakan tanaman palma penghasil minyak makanan, minyak industri dan biodiesel (bahan bakar nabati). Sayangnya produktifitas kebun kelapa sawit secara nasional masih terbilang rendah, terutama perkebunan rakyat yang dikelola secara perseorangan.

Tingkat produksi kelapa sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu faktor lingkungan tempat tumbuhnya, kualitas bibit yang digunakan serta teknik budidaya dan pengelolaan dalam budidayanya. Berikut ini adalah panduan umum budidaya kelapa sawit mulai dari pemilihan bibit hingga panen.

Persiapan Dan Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Bibit kelapa sawit yang digunakan hendaknya adalah bibit yang memiliki kualitas dan bersertifikat sehingga mutu benih dan kualitas maupun kuantitas buah yang dihasilkan nantinya sesuai dengan yang diharapkan.Bibit kelapa sawit biasanya berupa kecambah atau bibit siap tanam yang dapat dibeli pada penyedia pembibitan kelapa sawit.
Kelemahan menggunakan atau membeli bibit siap tanam yaitu harganya yang relatif mahal sehingga biaya jauh lebih tinggi.Untuk menekan biaya pembelian bibit sebaiknya menggunakan bibit kecambah yang disemaikan sendiri saja.Harga bibit kecambah kelapa sawit bervariasi, tergantung varietas dan juga kualitasnya.

1. Tahapan Pembibitan

tahapan pembibitan kelapa sawit ada 2 tahap yaitu :
  • pre nursery (pembibitan awal) pembibitan ini berlangsung selama 3 bulan dengan bibit kelapa sawit di pelihara di polibag yang kecil.
  • main nurseri (pembibitan utama) pembibitan utama dimana bibit dipindahkan kedalam polibag besar, dan kemudian dipelihara selama 9 - 12 bulan sapai bibit siap ditanam dilahan.

2. Lokasi Pembibitan

Lokasi untuk pembibitan awal sebaiknya datar atau kemiringan tanah 30 derajat agar pembuatan bedengan prenursery nantinya akan rata. Bagian atas bedengan alangkah baiknya memiliki naungan, berupa atap buatan atau pohon.Pagar prenursery berguna untuk mencegah hewan pengganggu masuk dan merusak pembibitan.

Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber air, kemudian kondisi debit air harus tetap dan tidak mengandung kapur (pH netral). Lokasi harus dekat sumber media dengan topsoil yang cukup untuk mengisi babybag (polibag kecil), tanah tidak bercadas atau tidak berkapur, dan akses jalan mudah untuk dijangkau.

baca juga :Langkah Langkah Dalam Pembibitan Kelapa Sawit 2018

3. Membuat Jaringan Jalan Perkebunan

Setelah proses pembukaan lahan selesai, selanjutnya yaitu membuat jaringan jalan yang nantinya digunakan sebagai sarana pengangkutan bibit, pupuk dan sarana produksi lainnya. Jenis-jenis jalan yang harus tersedia pada perkebunan kelapa sawit diantaranya :

  1. Jalan produksi yaitu jalan transportasi yang menghubungkan jalan utama dengan jalan koleksi (pengumpul buah sawit).
  2. Jalan koleksi yaitu jalan yang berada di dalam blok-blok penanaman yang berfungsi sebagai jalan untuk mengumpulkan buah kelapa sawit yang sudah dipanen.
  3. Jalan panen yaitu jalan yang digunakan untuk tukang panen mengangukut buah dari setiap pohon kelapa sawit menuju tempat pengumpulan hasil.
  4. Jalan utama yaitu jalan pengumpulan utama yang mana digunakan sebagai jalan mobil pengangkut buah kelapa sawit.

4. Waktu Dan Cara Penanaman Bibit Kelapa Sawit 


Waktu penanaman bibit kelapa sawit yang baik yaitu diawal musim hujan.Dengan demikian saat musim hujan berakhir akar tanaman kelapa sawit sudah cukup kuat dan lebih tahan terhadap kekeringan. Berikut ini tahapan cara menanam bibit kelapa sawit ;
  • Sehari sebelum penanaman bibit, kelapa sawit disiram agar persediaan air didalam media semai mencukupi.
  • Bibit diangkut kelahan lalu diletakkan masing-masing di tepi lubang tanam.
  • Buka polybag semai dengan hati-hati agar media tidak pecah atau rusak.
  • Masukkan bibit kelapa sawit ke dalam lubang tanam lalu ditimbun dengan tanah galian bagian atas.
  • Tanah dipadatkan agar bibit bisa berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

5. Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman kelapa sawit setelah proses penanaman meliputi penyulaman, penanaman tanaman penutup tanah (kacang-kacangan), membuat bokoran (piringan), pemupukan lalu pemangkasan pelepah daun.
Penyulaman, adalah mengganti tanaman kelapa sawit yang tumbuh kurang baik, rusak oleh hama atau mati. Penyulaman dilakukan di musim hujan. Bibit yang digunakan untuk penyulaman usahakan berumur sama dengan tanaman yang disulam.

Penanaman kacang-kacangan (tanaman penutup tanah), jenis-jenis kacang-kacangan yang sering ditanam di perkebunan kelapa sawit yaitu Centrosema pubescens, Colopogonium mucunoides dan Pueraria javanica. Penanaman kacang-kacangan sebaiknya segera dilakukan setelah persiapan lahan selesai.
Membuat bokoran (piringan), adalah membersihkan areal sekitar tanaman kelapa sawit dari gulma.Bentuk piringan ini mengelilingi batang tanaman dengan diameter 2 – 3 meter.

Pemangkasan Daun/Pelepah adalah Pemangkasan daun dilakukan sesuai dengan umur atau tingkat pertumbuhan tanaman.Pemangkasan daun berfungsi untuk memperoleh pohon yang bersih dengan jumlah daun yang optimal dan memudahkan pemanenan.

6. Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit


Pemupukan pada perkebunan kelapa sawit juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Pada tanah yang datar, pemupukan ditabur secara merata di sekitar 0,5 meter dari pohon kelapa sawit hingga pinggir lingkaran. Proses penaburan yang benar akan membuat penyerapan pupuk bisa maksimal dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit bisa menjadi optimal.

Jangan sesekali menyebarkan pupuk yang bukan pada tempatnya karena bisa berpengaruh terhadap hasil pemupukan kelapa sawit tersebut.Misalnya dengan mencoba-coba menaburkan pupuk pada bagian pangkal tanaman ataupun menyebarnya di jalan.

Hal ini akan mengakibatkan tanaman hama bisa tambah subur atau yang lainnya terutama pada bibit kelapa sawit. Alangkah baiknya sebarkan pupuk tepat pada kepala tanaman kelapa sawit yang memiliki akar rambut paling banyak.Dan letakkan di dekat mahkota daun bagian luar dari kelapa sawit.

baca : 5 Cara Pemupukan Dan Manfaat Pemupukan Pada Kelapa Sawit Terbaru 2018

Pastikan untuk menakar pupuk, dengan menggunakan alat takaran pemupukan agar dosis yang diberikan tepat.Seperti penggunaan pupuk cair biotrent sawit ataupun pupuk cair lainnya, gunakanlah tutup botolnya untuk memupuknya dan bisa langsung menyebarkan di sekeliling tanaman sawi atau bisa juga dituang dengan menggunakan ember.

Pupuk ini akan baik untuk merangsang produktifitas buah kelapa sawit jika diberikan pada takaran yang pas, jika berlebih juga akan berakibat buruk. Efektifitas pemupukan tanaman salah satunya bisa dilihat dari waktunya, pastikan anda melakukan pemupukan di waktu dan musim yang tepat agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

7. Panen Kelapa Sawit


Satu hal yang harus diperhatikan yaitu pada saat akan memanen, maka petanih sudah harus sampai di lapangan pada pukul 6 pagi. Jangan sampai lewat dari jam yang sudah ditentukan. Adapun tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Memperhatikan piringan apakah ada brondolan yang jatuh.Jika ada yang jatuh, pelepah harus dipotong dengan mempertahankan songgo dua.Maka jangan sampai songgo ini jatuh karena akan merusak pohon kelapa sawit.

Lakukan pemotongan buah dengan standardisasi yang tepat. Tidak seperti menebang pohon lainnya, ada standardisasi yang harus diikuti ketika melakukan proses pemotongan buah-buah yang akan diolah ini. Jika anda belum paham sebaiknya berikan tugas ini pada ahlinya.

Setelah buah terpotong jatuh di piringan, tangkai buah sawit dipotong hingga kandas.Semua sisinya pastikan dipotong sampai sehabis-habisnya.Janganlah ada buah yang tersisa.

Pengumpulan Tandan Buah Segar (TBS) di piringan, Nah di sinilah TBS akandi kumpulkan. Dikumpulkan semuanya sebelum selanjutnya memasuki proses lain dan dibawa ke tempat penampungan sebelum dijadikan minyak mentah yang berfungsi untuk menjadi banyak bahan baku masyarakat dunia.

Pemotongan buah ke pohon berikutnya. Setelah pohon yang satu selesai dipotong buahnya, maka anda bisa melanjutkan panen ke pohon berikutnya tentunya dengan metode dan langkah yang sama seperti disebutkan sebelum ini. Dan terus lakukan seperti itu hingga semua pohon selesai diambil buahnya.Lakukan secara merata dan jangan sampai meninggalkan satu pohonpun.

Pelangsiran seluruh buah yang ada di piringan ke tempat penampungan hasil (TPH) agar buah bisa langsung diangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) agar pengolahan di PKS tidak berhenti dan tidak mengalami kerugian.Segeralah mungkin hasil panen kelapa sawit harus di pindah ke tempat penampungan.Jangan dibiarkan terlalu lama di tempat terbuka atau di sekitar area perkebunan.

0 Response to "7 Pekerjaan Yang Wajib Dilakukan Di Perkebunan Kelapa Sawit 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel