7 Jenis Dan Pengaruh Pupuk Terhadap Tanaman Kelapa Sawit Terbaru 2018


Jenis Dan Fungsi Pupuk Terhadap Kelapa Sawit

pupuk kimia



Pupuk merupakan tambahan unsur hara yang dapat diberikan padatanaman. Pemupukan bertujuan agar tercukupinya unsur hara pada tanaman, pemberian pupuk pada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri. Apabila pemberian pupuk terlalu sedikit maka unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman tidak dapat tercukupi, sebaliknya apabila pemberian pupuk dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan tanaman kelebihan unsur hara yang dapat menyebabkan tanaman itu akan mengalami stres.


Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh jenis pupuk dan dosis yang diberikan. Jika dosis dan jenis pupuk yang di berikan pas maka pertumbuhan tanaman juga baik. Demikian sebaliknya jika jenis pupuk yang diberikan dan dosis yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka pertumbuhan tanaman tidak akan baik. Oleh karena itu pemilihan dan menentukan apa jenis pupuk yang baik bagi tanaman kelapa sawit harus dilakukan dengan tepat, agar hasil produksi kelapa sawit meningkat. Berikut ini jenis pupuk yang memberikan unsur hara yang penting bagi kelapa sawit lengkap dengan manfaat dan kegunaanya:

1 Pupuk Urea & ZA

Tanaman kelapa sawit sangat membutuhkan pupuk urea dan pupuk ZA. Hal ini disebabkan kerena kerena kelapa sawit membutuhkan kandungan unsur hara nitrogen yang banyak. Pupuk urea dan pupuk ZA dapat menyediakan kebutuhan unsur hara nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit, seperti kita ketahui manfaat dari unsur hara nitrogen  sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kelapa sawit. Sebalikya jika tanaman kekurangan unsur hara nitrogen, maka pertumbuhan kelapa sawit akan tergangggu dan akan terhambat. Selain itu tanaman kelapa sawit akan menjadi kerdil, daun tua menguning dan akan menjadi kering dan mati. 

2. Pupuk TSP (SP 18, SP 36) Dan Pupuk Rock Phosphat (RP)

Tamanan kelapa sawit sangat membutuhkkan unsur phosphor yang sangat banyak sehingga kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik. oleh karena itu pupuk TSP dan pupuk rock phosphat sangat penting peranannya terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Pupuk TSP dan pupuk rock phosphat dapat memenuhi kebutuhan unsur hara phosphor yang di butuhkan oleh tanaman kelapa sawit. Fungsi dari kandungan unsur hara phosphor pada kelapa sawit yaitu dapat memperkuat perakaran, batang dan meningkatkan kualitas buah kelapa sawit. Sedangkan apa bila tanaman kelapa sawit kekurangan unsur hara phosphor akan menyebabkan daun kelapa sawit menjadi berwarna keunguan dan pertumbuhannya juga menjadi kerdil.

3. Pupuk KCL (Kalium)

Pupuk KCL atau yang sering disebut pupuk kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman. Fungsi dari pupuk kalium yaitu dapat mempengaruhi jumlah tandan dan ukuran tandan, serta berperan penting dalam penyusunan minyak kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur kalium yang banyak dan pupuk KCL dapat memberikan tambahan unsur kalium yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit. Kekurangan kandunga unsur kalium pada tanaman kelapa sawit, dapat menimbulkan bercak putih agak trasnparan pada daun tua dan bercak tersebut akan mengering dan menyebabkan daun mati.

4. Pupuk Dolomit Dan Kieserit

Pupuk dolomit dan pupuk kieserit merupakan pupuk yang mengandung unsur magnesium. Kebutuhan kelapa sawit akan unsur magnesium sangatlah banyak, oleh karena itu pemberian pupuk dolomit dan kieserit, sangat penting bagi tanaman kelapa sawit. karena dapat memberikan kebutuhan magnesium yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak mengalami kekurangan makknesium. kekurangan magnesium pada kelapa sawit dapat menyebabkan ujung daun pada pelepah yang tua akan menguning jika terkena sinar matahari, hal ini juga akan mempengaruhi proses fotosintesi yang terjadi di daun.

5. Pupuk CuSO4 (Tembaga)

Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur tembaga (cu) walau dalam jumlah yang sedikit. Walaupun demikian peranan unsur tembaga (cu) pada tanaman kelapa sawit sangatlah penting. Dimana unsur tembaga ini berfungsi sebagai pembentuk klorofil (zat hijau daun) dan membantu mempercepat reaksi fisiologi tanaman. Kekurangan unsur hara tembaga pada kelapa sawit akan mengakibatkan daun kelapa sawit menjadi berwarna kuning pucat, kemudian akan mengering dan mati. Kekurangan unsur hara tembaga biasnya terdapat pada areal lokasi yang bergambut. Diareal bergambut biasanya unsur tembaga yang dimiliki tanah sedikit dan banyak mengandung asam.

6. Pupuk Borak

Pemberian pupuk borak pada kelapa sawit sangatlah penting, karena tanaman kelapa sawit membutuhkan kandungan boron yang terdapat pada pupuk borak. Kebutuhan unsur boron pada kelapa sawit memang tidak lah banyak, walau demikian keberadaan unsur boron pada tanah berfungsi sebagai penyusun gula, karbohidrat, protein, dan membantu perkembangan anak daun. Kelapa sawit yang kekurangan unsur boron akan menyebabkan munculnya daun pancing, dengan bentuk daun yang kecil dan daun berbentuk sirip ikan. Kelapa sawit yang kekurangan unsur boron akan terganggu proses fotosintesis yang menyebabkan pertumbuhan kelapa sawit terganggu sehingga hasil yang didapatka kurang maksimal.

7. Pupuk Zink / Seng (Zn)

Manfaat unsur zink bagi tanaman kelapa sawit, sangat baik dalam pembentukan enzimatis dan menunjang pembentukan hormon pertumbuhan. Kebutuhan unsur zink pada tanaman kelapa sawit sangat sedikit, walau demikian, kebutuhan uunsur zink ini penting karena apabila tanaman kelapa sawit. Kekurangan unsur zink maka akan menyebabkan matinya jaringan tanaman, sehingga mengganggu pertumbuhan, serta hasil produksi yang didapat tidak sesuai dengan yang di harapkan. Biasanya tanaman kelapa sawit yang banyak mengalami kekurangan unsur zink adalah kelapa sawit yang ditanam di areal gambut.

Selain penggunana pupuk anorganik atau pupuk kimia kita juga dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk alami. Penggunaan pupuk alami pada tanaman kelapa sawit, sangat baik karena dapat mengurangi biaya operasional untuk pembelian pupuk. Penggunaan pupuk organik pada tanaman kelapa sawit membutuhkan proses yang sangat lambat, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pembusukan. Penggunaan pupuk organik dapat memberikan pengaruh yang baik pada tanah, selain dapat memperbaiki unsur tanah yang rusak akibat penggunaan pestisida pada tanah. Beberapa jenis pupuk organik yang dapat di jadikan sebagai pupuk pada tanaman kelapa sawit yaitu :

  1. Janjang kosong
  2. Sekam padi
  3. Limbah hasil pengolahan kelapa sawit
  4. Kotoran ternak
  5. Seresah (yang terbuat dari jerami kering) 
Jadi kesimpulannya adalah penggunaan pupuk yang tepat pada tanaman kelapa sawit dapat mempengaruhi hasil produksi, tergantung kebutuhan mana yang kita inginkan. Karena tujuan dari pemupukan adalah agar tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik, dan menghasilkan produksi yang cukup baik sesuai dengan yang diharapkan.

0 Response to "7 Jenis Dan Pengaruh Pupuk Terhadap Tanaman Kelapa Sawit Terbaru 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel