4 Langkah Mudah Dalam Proses Penanaman (Planting) Kelapa Sawit Terbaru 2018

Langkah-Langkah Mudah Dalam Proses Penanaman Kelapa Sawit 

gambar penanaman kelapa sawit


Langkah-langkah dalam proses penanaman kelapa sawit bertujuan agar setiap proses penanaman  kelapa sawit sesuai dengan standar dan mutu yang baik, serta pertumbuhan bibit yang ditanampun akan baik sesuai dengan yang diharapkan. Dalam perkebunan kelapa sawit hal-hal seputar proses penanaman kelapa sawit harus kita ketahui, meskipun hal itu tidak secara langsung memiliki andil yang besar karena dalam penanaman bibit kelapa sawit menggunakan tenaga manusia. Tetapi dengan mengetahui langkah-langkah dalam proses penanaman kelapa sawit maka kita dapat mengetahui mana penanaman yang baik dan mana penanaman  yang kurang baik. 

kualitas buah buah kelapa sawit yang dihasilkan, dipengaruhi oleh beberapa hal seperti metode penanaman bibit, jika penanaman dilakukan dengan benar maka buah yang dihasilkan oleh tanama setiap panen akan optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Lalu langkah-langkah apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses penanaman kelapa sawit ? beberapa hal yang harus diperhatikan selain mempersiapkan  bibit kelapa sawit, areal penanaman kalapa sawit juga harus di perhatikan, proses pemancangan pun harus di perhatikan juga tergantung lokasi penanaman apakah loksai rata atau berbukit.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanaman antara lain :

1. Persiapan Lahan

Untuk persiapan lahan, beberapa pekerjaan yang harus dilakukan dalam pembukaan lahan baik itu secara mekanis, atau manual, pada bekas hutan atau tanaman lain yang terdiri dari beberapa pekerjaan yaitu :
  • Menumbang
  • Merumpuk
  • Merancak

2. Pemancangan (Lining)

Pemancangan bertujuan untuk menentukan posisi atau tempat yang akan ditanami kelapa sawit, pemancangan harus sesuai dengan jarak tanama yang dipakai sehingga dapat terlihat lurus dari segala arah. beberapa hal yang diperhatikan yaitu :
  • Baris tanam harus tegak lurus (90) derajat terhadap jalan sehingga jarak evakuasi menjadi minimum.
  • Tentukan lokasi garis utama (raja lining) dengan menggunakan GPS, dan diberitanda.
  • Tarik garis lurus menggunakan kawat, kemudian pancang titik tanama sepanjang kawat tersebut.
  • Panjang pancang yang digunakan harus 1 meter untuk pancang tanam dan 1.5 meter untuk pancang utama
  • Jarak tanam 8 sampai 9 meter untuk areal datar
Untuk areal bergelombang dan berbukit :
  • Untuk pemancangan diareal teras menggunakan metode "violle linning methode "
  • Semua teras harus diberi tanda sepanjang lereng
  • Diberi nomor pada titik pancang titik tanam  sepanjang garis kontur
  • Jarak tanam pada areal terasan 9,2 m
  • Panjang pancang titik tanam minimal harus 2 meter
  • Pancang harus 1,2 meter dari dingding teras

3. Transportasi Bibit Kelahan

Untuk pekerjaan pengangkutan bibit dari bibitan ke lapangan harus diperhatikan dengan baik, karena pada proses pengangkutan bibit, perlakuan yang dilakukan menentukan apakah bibit akan tumbuh dengan baik. beberapa perlakuan yang harus dilakukan saat trasnportasi bibit kelapangan:
  • Bibit tidak bisa di tumpuk saat pengangkutan. 
  • Bibit tidak bisa di banting baik saat proses pemuatan maupun proses penurunan bibit.
  • Sebelum di muat bibit harus disiram terlebih dahulu agar tidak stres.
  • Maksimal bibit yang di muat dengan menggunakan kendaraan dumtruk adalah 100 bibit sekali muat.
  • Sebelum di muat bibit harus di pangkas terlebih dahulu. dan di ikat.

4.Pembuatan Pubang Dan Penanaman

Langkah-langkah dalam pembutan lubang dan penanaman agar bibit kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik.
  • Gali lobang tanam dengan garis lebar lubang 50 cm, kedalaman 45 cm, lubang tanam yang di buta harus mampu menampung bolah tanah (bibit) secara kukuh. dan jika areal yang akan ditanami memiliki kondisi tanah yang kurang baik maka ukuran lubang tanam menjadi 90 cm x 76 cm.
  • Pisahkan tanah lapisan atas dari lapisan bawah, pastikan lubang yang dibuat bersih dari kayu dan sampah-sampah lainya.
  • Taburkan 250 gr RP didasar lubang tanam, kemudian masukkan bibit dan isi tanah 1/2 lubang tanam dengan tanah top soil sebelum dilakukan pemadatan.
  • Potong sekeliling bagian bawah polybag dengan pisau tajam, pemotongan polybag dilakukan secara pertikal, pastikan bolah tanah atau akar tidak rusak saat pemotongan polybag.
  • Masukkan bibit ketengah lubang pastikan posisi bibit tegak lurus, dan tidak miring.
  • Gampurkan 250 gr RP dengan sub-soil dari hasil galian lubang tanam, kemudian taburkan tanah yang telah di campur kedalam lubang sebelum tanah di padatkan.
  • Untuk aplikasi pupuk dilakukan setelah bulan ke 3 setelah tanam.
  • Jika lokasi penanaman diareal yang banyak tikus atau hama landak makan disekeliling bibit di pasang kawat untuk melindungi bibit dari serangan tikus dan landak.
  • Tanam benefiecial plant sepanjang batas blog untuk menghindari serangan hama, penanaman ini dilakukan setelah umur bibit 12 bulan setelah tanam.

0 Response to "4 Langkah Mudah Dalam Proses Penanaman (Planting) Kelapa Sawit Terbaru 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel